Panduan Cara Menghitung Luas Bangunan Beserta Aturan Perhitungannya

Luas Bangunan – Properti rumah, bangunan, dan tanah merupakan salah satu harta yang paling diinginkan oleh kebanyakan orang. Dengan semakin banyaknya jumlah penduduk, harga tanah dan rumah pun juga semakin meningkat. Hal ini tentunya membuat rumah menjadi salah satu impian masyarakat. Nah, berkaitan dengan properti rumah, bangunan, dan juga tanah sendiri. Pada kesempatan ini kami akan membahas tentang cara menghitung luas bangunan, rumah, dan tanah yang sudah dilengkapi dengan rumus, contoh dan juga penyelesaian soal.

Setiap melakukan pembangunan sebuah rumah ataupun gedung pastinya kita harus mengetahui berapa luas dari bangunan yang akan kita buat tersebut. Nah, ada dua cara yang bisa digunakan untuk mengetahui luas bangunan, yaitu dengan menggunakan rumus matematika atau bisa juga menggunakan software yang otomatis dengan tinggal menginput data ke program yang digunakan seperti software AUTOCAD.

Menghitung Luas Bangunan Menggunakan Rumus Matematika

Cara menghitung luas bangunan yang pertama adalah menggunakan rumus matematika dengan cara melihat denah rumah itu sendiri apakah berbentuk persegi panjang, trapesium, atau lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya anda bisa lihat gambar dibawah ini :

Rumah dengan denah tersebut memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran lebar depan 5 meter dan panjang kebelakang 6m, jadi luasnya dapat dihitung dengan menggunakan rumus L = P x l, Luas rumah = 5m x 6m = 30 m².

Menghitung Luas Bangunan Dengan Software AUTOCAD

Selain menggunakan rumus matematika, anda juga bisa menghitung menggunakan software autocad untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan cepat. Cara ini akan sangat bermanfaat sekali, namun dengan catatan bentuk rumah ataupun bangunan tidak memiliki banyak tekukan.

Untuk lebih jelasnya mari simak detail cara menghitungnya dibawah ini. Caranya dapat dilakukan dengan perintah “Poly Line” atau yang disingkat “PL” pada command kemudian enter dan dilanjut dengan membuat garis mengelilingi bidang yang akan dihitung luasnya.

Selanjutnya klik garis poly line tersebut kemudian ketik perintah “LIST” atau yang disingkat “LI” enter, setelah itu akan muncul jendela baru yang menampilkan luas, keterangan, dan juga koordinat.

Menghitung Luas Bangunan Dengan Menggunakan Autocad :

PLINE
Specify start point:

Current line-width is 0.0000

Specify next point or [Arc/Halfwidth/Length/Undo/Width]: *Cancel*

Command:

Command: LI

LIST 1 found

LWPOLYLINE Layer: “0”

Space : Model space

Handle = 224e

Closed

Constant width 0.0000

Area 30000000.0000

Perimeter 22000.0000

at point X = 45829.8649 Y = 6642.9370 Z =0.0000

at point X = -40829.8649 Y = 6642.9370 Z = 0.0000

at point X = -40829.8649 Y = 642.9370 Z = 0.0000

at point X = -45829.8649 Y = 642.9370 Z = 0.0000

Pada keterangan area 3000000, itu merupakan luasnya, kurangi dengan 6 digit nol dibelakang maka akan ketemu 30 yang berarti luas bangunan = 30m².

Dara kedua cara menghitung luas bangunan diatas bisa dipilih mana yang menurut anda yang paling mudah dan lebih cepat.

Contoh Menghitung Luas Bangunan

Perhitungan luas rumah m2 secara manual

Teras 2,5 m x 1,5 m =

Ruang tamu dan dapur = 2,5 m x 6 m =

Kamar tidur dua buah = 2,5 m x 6 m =

Kamar mandi atau wc = 1,5 m x 1,5 m

Total luas rumah = 26 m2

Jadi, total luas bangunan tersebut yaitu 36 m2, namun itu tadi kalau bentuk rumahnya masih beraturan sehingga anda cukup menggunakan rumus luas bangun datar saja. Tetapi jika bentuknya tidak beraturan maka anda bisa menghitungnya dengan cara memanfaatkan software autocad. Caranya adalah sebagai berikut ini :

Dari hasil perhitungan luas tanah dengan cara menggunakan software autocad tersebut adalah 36000000 mm2 dan kemudian dikonversi menjadi m2 menjadi 36m2.

Aturan Menghitung Luas Bangunan

Sebagai pengetahuan dasar untuk anda yang kurang mengerti tentang luas bangunan, maka ada beberapa hal yang harus diketahui :

  • Batas Fisik

Sebidang tanah akan memiliki batas-batas daerah yang boleh dan tidak boleh untuk dibangun (garis sepadan bangunan atau GSB). Selain itu, juga memiliki ketentuan lain dari kebedaradaan lokasi tanah tersebut. Apakah lokasi tanah tersebut berada di tengah kota, pinggir kota, pedesaan, ataupun disekitar jalan protokol. Semua sudah ditentukan harus memiliki perbandingan luas bangunan dan halaman yang berbeda-beda, sesuai dengan peraturan daerah setempat.

Apabila anda sudah mengenal ketentuan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) misalnya 70%, ini berarti anda hanya diizinkan untuk membangun rumah yang memiliki luas sekitar 70% dari luas seluruh lahan yang telah anda miliki. Sedangkan sisanya yang 30% akan berupa halaman terbuka, ini berguna untuk daerah hijau atau untuk sarana dan prasarana yang lainnya. Itu kalau bangunannya tidak bertingkat. Jadi tidak benar apabila kita seenaknya dalam membangun seluruh bagian tanah kita dan harus dikurangi batas GSB, kita  juga harus memenuhi ketentuan lainnya yaitu KDB yang telah diizinkan didaerah kita.

  • Ketentuan Bangunan

Setiap rumah ataupun bangunan yang kita miliki sudah pasti mempunyai batas-batas fisik yang mudah untuk dikenali sebagai batas luas. Tapi perlu anda ketahui bahwa semua bagian ruang yang memiliki perkerasan lantai itu tidak sama perhitungan luasnya. Seperti misalnya sebuah ruang tidur dengan ukuran 3 x 4 m² tidak dihitung sama dengan sebuah terasa yang berukuran 3 x 4 m². Meskipun secara matematik keduanya memiliki luas area yang sama, yaitu 12 m². Demikian juga apabila kita mempunyai ruang-ruang lain yang sejenis teras tadi, seperti balkon, selasarm dan mesananin. Kita bisa ambil contoh di kota-kota besar misalnya Jakarta, Surabaya, Bandung, dan kota lainnya. Kota-kota besar tersebut memiliki ketentuan cara menghitung luas bangunan.

Beberapa hal juga harus dipahami oleh setiap pemiliki bangunan, adalah sebagai berikut ini :

  1. Dalam menghitung jumlah luas lantai sebuah ruangan, perhitungannya harus dilakukan hingga batas dinding terluar. Tentunya jika ada sebuah ruang atau lebih yang berhimpitan dan dibatasi dinding, maka perhitungannya adalah dari as ( tengah-tengah ) dinding hingga dinding yang berikutnya.
  2. Ruangan tertutup atap yang ukuran dindingnya lebih tinggi dari 1,20 m2 dari lantai atas, maka dihitung penuh ( 100 %). Misalnya ruang ukuran tersebut adalah 3 x4 m2, jadi luasnya  12 m². Jika dinding pembatas ruangan tadi memiliki tinggi kurang dari 1,20 m², maka luas tersebut hanya diperhitungkan separuhnya saja. Semua itu diperkenankan dari KDB yang sudah ditentukan oleh daerah tersebut.
  3. Overstek seperti balkon dengan dinding pagar tidak tinggi lebih dari 1,20 m2, maka tidak diperhitungkan luasnya.
  4. Teras beratap dengan sebagian dindingnya mempunyai ketinggian lebih dari 1,20 m², maka diperhitungkan 60 % ruang bawah tanah, luasnya dihitung 100 %.

Demikian informasi yang sudah kami jelaskan tentang cara menghitung luas bangunan, baik itu menggunakan rumus matematika ataupun dengan memanfaatkan bantuan software autocad yang sudah dilengkapi dengan rumus, contoh dan juga penyelesaian soal. Menggunakan metode rumus matematika ataupun bantuan software sebenarnya sama saja asalkan bisa membuat anda menjadi lebih nyaman, tetapi yang paling penting adalah anda harus masukkan data yang benar agar bisa mendapatkan hasil yang akurat. Semoga dengan memahami cara menghitung luas bangunan seperti ditas, akan memberikan banyak manfaat untuk kita nantinya.

Leave a Comment